Sabtu, 22 Februari 2020

Laporan Praktikum Mikrobiologi Industri

PENGENALAN ALAT DAN STERILISASI
PERCOBAAN I 

(Mata Kuliah Praktikum Mikrobiologi Industri)




Disusun oleh:
Kelompok 3

Ayu Puji Lestari       B1317009
Eka Amalia               B1317016
Joo Vani Lutviyadi  B1317027
Mega Novita Sari     B1317036
Ratih                           B1317052





PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT
PELAIHARI
2018


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam melakukan diagnosa Mikrobiologi sterilisasi sangat diutamakan baik alat maupun medianya. Suatu alat dikatakan steril apabila alat atau bahan bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetative maupun spora. Untuk itu sebagai pemula dalam Mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi, pembuatan media serta teknik penanaman. Secara umum sterilisasi merupakan proses pemusnahan kehidupan khususnya mikroba dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sterilisasi dalam Mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorgansime yang terdapat pada atau didalam suatu benda. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi). Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi basah, bila tanpa kelembaban maka disebut sterilisasi kering. Untuk membutuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut medium. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakaan harus dalam keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium, maka diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa didalam medium harus terkandung semua. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara-cara khusus untuk mempelajarinya dan bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula tentang bagamana caranya menumbuhkan suatu mikroba ke dalam suatu media.

1.2 Tujuan
Berdasarkan pada praktikum Pengenalan alat dan Sterilisasi bertujuan untuk mengenali beberapa alat yang umum digunakan pada mikrobiologi, serta memahami prosedur sterilisasi basah sederhana.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sterilisasi
Sterilisasi merupakan metode praktis yang dirancang untuk membersihkan dari mikroorganisme,atau sengaja untuk menghambat pertumbuhannya. Mikroorganisme sangat berbeda, dalam kelemahannya terdapat berbagai macam agen antimikroba. Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan suhu yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama untuk merusak mikroba dan aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruang. Contoh proses sterilisasi adalah produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya (Irianto, 2007).

2.2 Teknik Sterilisasi
Sterilisasi dalam mikrobiologi berarti membebaskan tiap benda atau substansi dari semua kehidupan dalam bentuk apapun. Untuk tujuan mikrobiologi dalam usaha mendapatkan keadaan steril, mikroorganisme dapat dimatikan. Bahan apapun peralatan yang dipergunakan didalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril. Artinya pada bahan atau peralatan tersebut tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya (Irianto, 2013).

2.3 Jenis-jenis Sterilisasi
1. Sterilisasi dengan panas lembap 
 Sterilisasi dengan panas lembab biasanya dilakukan di dalam suatu bejana logam yang disebut autoklaf. Sterilisasi ini dilakukan dengan uap air jenuh bertekanan 15 Ib/in2 selama 15 menit pada suhu 121°C. Suhu tersebut merupakan suhu sterilisasi terbaik untuk bahan-bahan yang akan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Hubungan antara tekanan dan suhu tersebut hanya berlaku bagi tempat-tempat pada permukaan laut. Untuk tempat-tempat di atas permukaan laut diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mencapai suhu yang sama. Autoclav pada umumnya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang dapat ditembus oleh kelembaban (tidak menolak air) tanpa merusaknya. Contoh bahan yang dapat disterilkan dengan autokaf ialah media biakan, larutan, kapas, sumbar karet, dan peralatan laboratorium. 
Kontak langsung antara uap air dan benda yang akan disterilkan amat penting bagi keberhasilan sterilisasi. Penataan muatan di dalam autoclav harus agak longgar sehingga memungkinkan tekanan uap air menembus ke seluruh bahan-bahan yang disterilkan tersebut. 
Pengaruh panas lembap di dalam proses sterilisasi ialah mengkoagulasikan protein-protein mikrob (termasuk enzim-enzimnya) dan menginaktifkannya secara searah tak terbalikkan). Proses sterilisasi dapat berjalan dengan baik jika di dalam autoklaf hanya terdiri aras uap air saja tanpa ada udara. Oleh karena itu, udara yang ada di dalam autoklaf harus dikeluarkan dahulu. Setelah di dalam autoklaf tidak ada udara lagi, uap air dibiarkan mengisi ruangan sampai suhu mencapai 12l° C. Setelah suhu tersebut tercapai masih diperlukan waktu antara 11-12 menit untuk mematikan endospora bakteri yang tahan panas. 
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam sterilisasi antara lain kepadatan muatan, volume cairan, dan ukuran wadah yang dipakai. Umumnya bahan yang memakan tempat dan mendekati kedap air memerlukan pemanasan lebih lama. Volume media di dalam botol atau labu jangan sampai melebihi dua pertiga tinggi tinggi wadah. Wadah sterilisasi yang berukuran kecil semakin baik digunakan. Sebagai contoh jika ingin mensterilkan lima liter media lebih baik menggunakan lima labu yang masing-masing berisi satu liter media daripada menggunakan satu labu yang berisi lima liter media. Volume yang lebih kecil memerlukan waktu sterilisasi yang lebih pendek. Jadi, lamanya siklus sterilisasi harus disesuaikan dengan ukuran dan jumlah wadah. 
Hal yang harus diperhatikan pula yaitu botol tidak boleh disumbat terlalu ketat sehingga kedap udara. Untuk menyumbat dapat digunakan kapas yang kemudian dilindungi dengan kertas atau aluminium foil supaya kapas tidak terkena tetesan air sewaktu steriksasi. Apabila perlu, dapat juga digunakan sumbat karet, tutup sekrup, atau tutup plastik. Laju pendinginan dan pembebasan rekanan harus dilakukan dengan perlahan-lahan untuk mencegah pecahnya perangkat kaca pada waktu siklus sterilisasi telah selesai. Untuk itu, suhu di dalam autoklaf harus dibiarkan turun kembali seperti suhu kamar sebelum tutup autoklaf dibuka.
2. Sterilisasi dengan panas kering 
 Sterilisasi dengan panas kering dilakukan dengan menggunakan oven Sterilisasi dengan pemanasan kering sering kali digunakan untuk mensterilkan perangkat kaca. Dalam keadaan kering, struktur protein bersifat lehih stabil dan tidak mudah rusak sehingga untuk mematikan organisme diperlukan suhu panas kering yang jauh lebih tinggi dan lebih lama bila dibandingkan dengan suhu pada pemanasan lembab. 
3. Sterilisasi dengan perlakuan kimia 
 Untuk mensterilkan bahan-bahan yang terurai pada suhu tinggi digunakan uap kimia yang bersifat racun. Beberapa zat yang dapat digunakan untuk tujuan ini ialah erilen oksida, formaldehida, dan glutaraldehida alkalin. Lamanya perlakuan berkisar anrara 2-18 jam bergantung pada zat kimia yang digunakan.
Etilen oksida merupakan zat kimia yang paling umum digunakan untuk sterilisasi. Namun, zat kimia tersebut kebanyakan digunakan dalam industri dan tidak untuk pekerjaan sehari-sehari di laboratium karna sifatnya yang berbahaya sehingga memerlukan penanganan yang rumit dan ketat. Perlakuan desinfeksi pada meja kerja seriang kali sebelum mulai bekerja dan sesudah selesai bekerja termasuk sterilisasi dengan perlakuan kimia. Zat kimia yang digunakan umumnya alkohol 70%.
4.Sterilisasi dengan penyaringan 
 Sterilisasi bahan yang tidak tahan panas, seperti misalnya ekstrak tanaman, media sintetik tertentu, dan antibiotik dilakukan dengan penyaringan. Dasar metode ini semata-mata ialah proses mekanis yang membersihkan larutan atau suspensi dari segala organisme hidup dengan melewatkannya pada suatu saringan, misalnya menggunakan saringan Seitz. 
5. Sterilisasi dengan radiasi 
Cara lain untuk sterilisasi ialah menggunakan radiasi. Radiasi biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan tertentu (misal tanah gambut sebagai bahan pembawa bakteri bintil akar) dan dilakukannya di dalam ruangan khusus. Bahan radiasi yang umum digunakan yaitu sinar gamma (Suriawiria, 2011)

BAB III
METODE

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Febuari 2018 pada pukul 13.00-17.00 WITA di Laboratorium Pangan Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum pengenalan alat dan sterilisasi adalah tabung reaksi, cawan petri, pipet, dan autoclave.

3.2.2 Bahan 
Bahan yang digunakan pada praktikum pengenalan alat dan sterilisasi adalah kertas, plastik, pembungkus, alumunium foil.

3.3 Prosedur Kerja 
Dibungkus peralatan gelas yang disediakan dengan kertas sesuai dengan yang dicontohkan .
Dibungkus rapi dengan plastik tahan panas.
Dimasukkan alat-alat gelas yang telah dibungkus kedalam autoclave yang telah diisi air sebelumnya.
Diatur suhu dan waktu sterilisasi pada suhu 1210C selama 15 menit.
Diangkat dan taruh ditempat bersih.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berdasarkan pada praktikum pengenalan alat dan sterilisasi didapatkan hasil berupa  sebagai berikut :

1. Erlenmeyer kaca 
Untuk menghomogenkan cairan atau larutan.


2. cawan Petri Kaca
Untuk menumbuhkan atau memelihara mikroba.


3. Gelas Beaker Kaca
Untuk menghomogenkan cairan atau larutan dan mengamati pertummbuhan bakteri.


4. Gelas Ukur Kaca
Untuk mengukur volume larutan.


5. Tabung Reaksi Kaca
Untuk menumbuhkan dan mengamati pertumbuhan mikroba.


6. Jarum Ose dan Kawat
Untuk mengambil mikroba.


7. Pipet Tetes
Untuk memindahkan larutan dengan ukuran yang tidak pasti


8. Lampu Bunsen
Untuk sterilisasi cara kering
   

9. Mortar dan Pestle
Untuk menghaluskan atau menumbuk sampel


10. Kaca Objek
ntuk meletakkan preparat


11. Pipet ukur
Untuk memindahkan larutan dengan volume tertentu


12. Bola Pipet/Bola Hisap/Filler Karet
A= untuk mengeluarkan udara
S = untuk menyedot larutan
E = untuk mengeluarkan larutan




13. Rak tabung reaksi kayu
Untuk meletakkan tabung reaksi


14. Spayer dan Alkohol
Untuk mensterilkan tangan 



15. Mikro Pipet
Untuk mengambil larutan yang ukurannya sangat kecil


16. Pinset
Untuk menjepit sampel


17. pH Universal
Untuk mengukur kadar pH larutan


18. Aquadest
Untuk melarutkan cairan


19. Mikroskop
Untuk melihat alat yang sangat kecil


20. Autoclav
Untuk sterilisasi cara basah


21.Oven
Untuk sterilisasi cara kering


22. Inkubator Elektrik
Untuk memelihara mikroba pada suhu tertentu


23. Kaper glass
Untuk menutup preparat


24. Aluminium foil
Untuk membungkus atau sebagai wadah sampel


25. Hot Plate & Stirrer
Untuk memanaskan sampel



4.2 Pembahasan
 Berdasarkan hasil pengamatan didalam laboratorium dapat diketahui beberapa alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi industri dan dijelaskan juga jenis dan fungsinya seperti yang dapat dilihat pada tabel 1 diatas.
 Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan organisme yang terdapat pada atau didalam suatu benda ataupun barang. Sterilisasi bertujuan untuk mematikan mikroorganisme serta menghindari kontaminasi. Dari gambar 2 diatas dapat dilihat secara umum sterilisasi dibagi menjadi dua jenis yakni dari segi ilmu fisika dan ilmu kimia. Dari ilmu fisika sterilisasi dapat dilakukan melalui penyaringan dan pemanasan. Melalui pemanasan ada yang basah dengan alat autoclave dan pemanasan kering dengan alat oven, sedangkan secara ilmu fisika sterilisasi dilakukan dengan alkohol atau desifektan.

Langkah kerja dan Penggunaan :
Oven
Prosedur penggunaan Oven :
Pertama yang harus dilakukan setelah memasukkan alat yang disterilisasi adalah mengatur suhu 180oC dengan waktu selama 20 menit, lalu pintu ventilasi diatur dengan angka 6, artinya pintu ventilasi tersebut sudah tertutup agar panas oven tidak keluar. Jangan lupa lihat termometer berada di depan oven, bila mencapai 180oC maka pintu ventilasi di atur ke angka 0, artinya pintu ventilasi terbuka agar panas dari dalam oven bisa keluar. Bila suhu sudah di bawah 100oC benda yang sterilisasi bisa diambil.
Prinsip Kerja :
Oven merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan uap panas kering.
Protein mikroba akan mengalami dehidrasi hingga terjadi kekeringan, selanjutnya teroksidasi oleh oksigen di udara sehingga menyebabkan matinya mikroba.
Spesifikasi Alat :
Merupakan alat untuk mensterilisasi alat dan bahan.
Tidak semua bahan dapat disterilisasi dengan oven seperti serum, vitamin, antibiotic, dan enzim.
Tidak menimbulkan embun/kondensasi pada alat yang disterilisasi karena menggunakan uap panas kering.
Dapat digunakan sebagai inkubator
Autoclav
Cara Kerja :
Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol bertutup ulir, maka tutup harus dikendorkan,
Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada udara yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu.
Atur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121°C, kemudian nyalakan autoclav.
Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Perhitungan waktu 15 dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol. Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoclav dengan hati-hati.
Prinsip Kerja :
Autoclav merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan uap panas bertekanan. Yaitu mempunyai tekanan 2 atm/ 15 psi (pounds per square inci) dan suhu 121°C selama 15 menit untuk bahan dan 20 menit untuk alat.

Spesifikasi Autoklaf :
Autoklaf merupakan alat untuk mensterilisasi alat dan bahan dalam waktu yang cukup singkat.
Dapat langsung mematikan sel-sel vegetative dari suatu mikroba.
Tidak semua bahan bisa disterilisasikan dengan autoklaf, seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim.


BAB V
PENUTUP

5.1.Kesimpulan
Berdasarkan praktikum pengenalan alat dan sterilisasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Alat-alat mikrobiologi memiliki nama, fungsi dan cara penggunaan yang berbeda-beda.
Alat-alat mikrobiologi pada umumnya terbuat dari kaca, karena kaca tidak dapat bereaksi dengan zat kimia dan tahan terhadapa panas
Sterilisasi pemanasan secara basah dilakukan dengan alat Autoclave dan sterilisasi pemanasan kering dilakukan dengan alat oven.

5.2 Saran
Disarankan sebaiknya pada saat melakukan praktikum, para praktikan harus menjaga kondusifitas keadaan ruangan agar praktikum dapat berjalan lebih aman dan lancar.


DAFTAR PUSTAKA

Irianto, K. 2007. Mikrobiologi Umum. CV Yrama Widya. Bandung.

Irianto, K, 2013. Mikrobiologi Jilid I. Yrama Widya. Bandung.

Suriawiria, Unus, 2011. Mikrobiologi Umum. Departemen Biologi FMIPA. ITB. Bandung 

Zaraswadi. 2004. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar